Kamis, 19 Maret 2015

Makalah Statistik

PENELITIAN DURASI LAGU
Muhammad Solihin
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : jurnal@sttgarut.ac.id
Abstrak -Belakangan ini musik sudah menjadi kebutuhan dari masyarakat luas. Musik juga dapat mempengaruhi seseorang, terbukti pada trend fashion, banyak penikmat musik yang meniru gaya berpakaian dari musisi yang mereka favoritkan. Sampai saat ini terdapat banyak musik yang ada di masyarakat dan biasa disebut dengan musik populer. Terdapat beberaapa genre musik dalam musik populer yang dapat ditemui di berbagai belahan dunia oleh karena sifat musiknya yang hampir bisa diterima semua orang diantaranya, pop, rock, jazz dan lain sebagainya.
Kata Kunci – Penelitian,permasalahan
BAB I
PENDAHULUAN
Musik merupakan suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang menghasilkan bunyi-bunyian.
Musik juga merupakan bahasa yang universal yang mampu berbicara dlam berbagai bahasa, mampu mnyuarakan isi hati para penciptanya dan mencerminkan kebudayaan dari berbagai macam belahan dunia. Misalnya tanpa kita sadari ketika kita mendengarkan musik yang berbahasa asing yang tidak dapat kita mengerti, meski tanpa kita melihat artinya kebanyakan dari kita tahu bahwa musik atau lagu tersebut mengandung makna jatuh cinta, patah hati, duka dan sebagainya, termasuk juga musik instrumental, walaupun tanpa kata, ada aura tersendiri di dalamnya.
Musik juga dapat dikelompokkan sesuai dengan kemiripannya satu sama lain yang biasa disebut dengan genre musik. Secara umum musik juga dapat dikelompokkan menurut kegunaannya, yang dapat dikelompokkan menjadi tiga ranah besar, yaitu, musik seni, musik populer dan musik tradisional.
BAB II
LANDASAN TEORI
A.  Tabel Distibusi Frekuensi
Data yang diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi data yang berurutan satu per satu atau berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Tabel untuk distribusi frekuensi disebut dengan Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi saja. Jadi, distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi Tunggal adalah satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau tiap varitas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi kelompok atau tabel frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri atas beberapa interval kelas dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi frekuensi dapat diperoleh keterangan atau gambaran dan sistematis dari data yang diperoleh
B.  Grafik Histogram
Histogram adalah grafik yang sering digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Histogram merupakan grafik batang dari distribusi frekuensi. Pada histogram, batang-batangnya saling melekat atau berhimpitan. Grafik dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah batang histogram ke titik tengah batang histogram yang lain. Agar supaya diperoleh grafik yang tertutup harus dibuat dua kelas baru dengan panjang kelas sama dengan frekuensi nol pada kedua ujungnya di kiri dan kanan. Pembuatan dua kelas baru itu diperbolehkan karena grafik histogram merupakan kurve tertutup. Pada pembuatan histogram digunakan sistem salib sumbu. Sumbu mendatar (sumbu X) menyatakan interval kelas (batas bawah dan batas atas masing-masing kelas) dan sumbu tegak (sumbu Y) menyatakan frekuensi.
Langkah-langkah Membuat Histogram
a. Membuat absis dan ordinat, berbanding seperti 10 : 7
b. Absis diberi nama “Nilai“ dan ordinat diberi nama “Frekuensi“, atau f
c.  Membuat skala pada absis dan ordinat. Perskalaan pada absis ini tidak perlu sama  perskalaan pada ordinat. Hal yang penting adalah skala pada absis harus dapat memuat semua nilai (dan oleh karena histogram dibuat atas dasar batas nyata, maka skala-skala pada ordinat harus dapat memuat frekuensi tertinggi).
d. Mendirikan segiempat-segiempat pada absis. Tinggi masing-masing segiempat harus sama dengan (sesuai dengan) frekuensi tiap-tiap nilai variabelnya. Segiempat-segiempat ini berimpit satu sama lain pada batas nyatanya.
Dari tabel dapat dibuat histogram sebagai berikut.
Contoh lain, dengan data distribusi prestasi belajar “Statitiska I” dari mahasiswa PGSD, diperoleh data sebagai berikut.
Dari data pada tabel 1.9 , diperoleh histogram sebagai berikut.
Dari kedua contoh tersebut, tidak terdapat perbedaan pembuatan histogram dengan menggunakan batas nyata dengan pembuatan histogram dengan menggunakan titik tengah. Hal yang berbeda dalam hal ini adalah nilai-nilai yang dicantumkan pada absis, yang satu mencantumkan batas nyata, sedangkan lainnya mencantumkan titik tengah.
C.  Grafik Poligon
Untuk membuat grafik poligon, sebenarnya tidak ada perbedaan penting antara grafik histogram dengan grafik poligon. Perbedaan dalam hal ini terletak hanya pada
a) Grafik histogram “lazimnya” dibuat dengan mengunakan batas nyata, sedangkan grafik poligon selalu menggunakan titik tengah.
b) Grafik histogram berwujud segiempat-segiempat, sedang grafik poligon berwujud garis-garis atau kurve (garis-garis yang sudah dilicinkan).
Grafik poligon disebut juga grafik poligon frekuensi, dibuat dengan menghubung-hubungkan titik-titik koordinat (pertemuan titik tengah dengan frekuensi tiap kelas) secara berturut-turut. Sebagai contoh, dapat dibuat grafik poligon dari data pada tabel 1.9. sebelumnya.
D.  Grafik Ogive
Grafik ini disebut juga dengan grafik frekuensi meningkat. Grafik semacam ini, tidak banyak digunakan dibandingkan dengan kedua grafik sebelumnya (histogram dan poligon). Grafik Ogive dapat dibuat, baik dari distribusi tunggal maupun dari distribusi bergolong. Pembuatan Ogive dimulai dengan cara-cara seperti membuat grafik lainnya, yaitu: (1) membuat sumbu absis dan ordinat, berbanding kira-kira seperti satu banding tiga perempat, (2) membuat skala pada absis untuk mencantumkan batas-batas nyata, dan skala pada ordinat untuk mencantumkan frekuensi meningkatnya, (3) menarik garis-garis dari batas bawah di sebelah kiri berturut-turut ke batas nyata di atasnya pada ketinggian menurut frekuensi intervalinterval yang bersangkutan, (4) selanjutnya, disempurnakan dengan mencantumkan keterangan yang diperlukan untuk penyajian. Hal yang perlu diketahui bahwa grafik Ogive dibuat dengan menggunakan batas nyata dan bukan titik tengah sebagaimana grafik poligon. Berikut ini diberikan contoh untuk membuat grafik Ogive dari distribusi bergolong. Grafik Ogive dapat dibuat dengan frekuensi meningkat dari atas atau dari bawah..
 
 Grafik Ogive digunakan, apabila ingin mengetahui “kedudukan” seseorang tentang sesuatu hal dalam kelompoknya sendiri, bukan pola sifat atau kecakapan kelompok seluruhnya. Oleh karena itu, banyak ditemui hasil-hasil tes bakat, tes kemampuan khusus, dan semacamnya yang dilaporkan dalam bentuk Ogive atau grafik frekuensi meningkat. Hal ini disebabkan karena nilai-nilai test semacam itu  kerapkali digunakan untuk mengadakan penilaian tentang kecakapan perorangan
BAB III
KERANGKA KERJA KONSEPTUAL
  1. Pengumpulan data
  2. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat nilai siwa-siswi Mts Al-Hikmah Panisan Garut.
  3. Merekap Data
  4. Setelah data nilai tersebut terkumpul, kemudian data tersebut direkap.
  5. Pembuatan Tabel Distribusi Frekuensi
  6. Penghitungan ukuran nilai.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Data Durasi Lagu


B. Tabel Distribusi Frekuensi
            Tabel Ini untuk menentukan nilai maksimal, nilai minimal, nilai Range, banyaknya kelas dan interval. Dibawah ini sudah di tentukan ,
 Data yang di atas ini di rekap dalam tabel.
                
C. Table Distribusi Frekuensi Relatif
          Tabel ini di peroleh nilai tepi bawah, tepi atas, frekuesnsi dan frekuensi relatif.
 
D, Tabel Distribusi Kumulatif
            Tabel ini untuk menentukankuran dari dan lebih dari data yang di atas dan menentukan frekuensi kumulatif nya.
 

 
 E.   Histogram Frekuensi
Data ini untuk menetukan frekuensi dari data yang diatas.
 Dan di peroleh grafik Histogram
 

 F.   Poligon Frekuensi
Data ini untuk menetukan Nilai tengah dari tepi bawah dan tepi atas.
 
 
Dan  poligon grafik nya
G.  Ogif Frekuensi
Data ini menetukan kuran dari i data di atas.
 Data ini menetukan lebih dari i data di atas.
BAB V  KESIMPULAN/SARAN
.Dari hasil penelitian di atas durasi lagu ini rata-rata haya berdurasi dari 3,4,5-6 menit jarang drasi lagu yang sampai berdurasi lebih dari 7 atau 8 menit. Tetapi bukan tidak ada durasi yang lebih dari 7-8 menit, karena disini saya hanya meneliti 50 lagu saja, apabila meneliti lebih banyak lagi pasti banyak lagu yang berdurasi lebih dari 7-8  himgga 10 menit.
 
II.            DAFTAR PUSTAKA
https://hedyansabila.wordpress.com/distribusi-frekuensi-dan-grafik-2/
http://dodi26.blogspot.com/